Anda terkena bell's palsy atau wajah petot, tidak salahnya menggunakan penyembuhan dengan teknik akupuntur. Teknik penyembuhan melalui jarum yang ditusuk atau dipasang di beberapa bagian titik syaraf yang mati diyakini bisa merangsang syaraf wajah berfungsi kembali.

Untuk penderita bell's palsy atau matinya syaraf ke-7 di wajah, jarum akan dipasang di beberapa titik. Ada 6 titik yang dipasang. Di belakang telinga, depan bawah telinga, pipi, di samping hidung, sudut mulut dan dagu. Jarum yang dipasang di beberapa titik wajah tersebut akan disambung dengan kabel yang mengandung listrik sebesar 9 volt. Ini dilakukan untuk merangsang atau memacu pergerakan pada syaraf.
Membayangkan jarum tentunya banyak yang akan ketakutan. Namun saat jarum dipasang di beberapa titik wajah, tidak terasa sakit ataupun nyeri. Meski saat jarum disambung dengan aliran listrik, rasa pertama kali yakni rasa ngilu. Namum lambat laun rasa ngilu itu tidak akan terasa.

Menurut Dr Budi Oetomo, spesialis syaraf dan akupuntur RS Dr Ramelan mengatakan, pemasangan jarum pada teknik akupuntur menyesuaikan di bagian mana tubuh penderita yang tidak berfungsi. Jarum dipasang di penderita selama 15 menit. Menit-menit awal, kata dia, akan terasa ngilu namun setelah ada penyesuaian rasa itu akan berkurang.
"Ini menyesuaikan tempatnya. Kalau di wajah bagian kiri di bagian kiri. Adanya aliran listrik untuk memacu perkembangan syaraf yang mati. Awalnya sih tidak ada seperti ini namun ini disesuaikan dengan zaman," kata dr Budi kepada detiksurabaya.com.
Pria yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan Sekolah Selam di Kobangdikal milik TNI AL ini mengungkapkan, jarum yang digunakan untuk bagian wajah jenis ukuran 10 cm. Sementara untuk bagian tubuh lain seperti pantat menggunakan jarum dengan panjang 25 cm. Jarum yang digunakan menurutnya, yang mengandung perak.
"Jarum ini masih bisa disterilkan setelah digunakan karena mengandung perak dan tidak berkarat," ungkapnya.
Dokter yang berpraktek di RS Husada Utama ini menjelaskan, selama ini umumnya pasien atau penderita bell's pallsy yang datang berobat pada dirinya bisa sembuh 2-3 kali terapi. Dan kebanyakan yang datang di atas usia 15 tahun.
"Semua berpotensi terkena penyakit ini baik perempuan atapun laki-laki," tuturnya.

Sampai saat ini, kata dia, apa penyebab pasti penyakit tersebut tidak ada yang mengetahuinya. Kesimpulan selama ini kata dokter yang membuka praktek di Jalan Raya Darmo ini dikarenakan angin dan virus.
"Tidak ada yang tahu pasti penyebabnya, bisa saja virus ataupun angin. Penyakit ini bisa disembuhkan tapi tergantung dari daya tahan tubuh penderita sendiri. Ada yang cepat ada pula yang lama," pungkasnya.
sumber : detik.com