Sudah lama menikah namun buah hati yang didamba tak kunjung datang? Mungkin sang bangau belum hadir karena beberapa faktor. Upayakan kesuburan dengan cara alami yuk...
  • Berjalan 30 Menit per Hari
Berjalan hanya 30 menit setiap hari adalah langkah tanpa biaya untuk melancarkan mendapatkan momongan. Berjalan setengah jam akan membantu Anda terhindar dari masalah serangan jantung dan diabetes, penyakit yang mungkin berdampak pada kesuburan dan penyebab komplikasi selama kehamilan. Olahraga teratur juga akan membantu mempertahankan berat badan normal yang juga faktor penting untuk memaksimalkan kesuburan. Berjalan juga akan membantu mendongkrak kesuburan dengan meningkatkan aliran darah ke pelvis dan organ reproduksi, karena sejumlah riset menghubungkan penurunan aliran darah dengan penuaan ovarium dan mengurangi kesuksesan pembuahan in vitro.
  • Tangani Depresi
Sementara sejumlah pakar tak percaya depresi dapat menyebabkan infertilitas, namun penanganan yang tepat terhadap depresi dapat membantu meningkatkan kesuburan. Riset yang dilakukan di Harvard Medical School menemukan bahwa wanita yang sedang menjalani fertilisasi in vitro dalam 10 minggu "mind-body program" memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar untuk hamil. 
  • Konsumsi Menu Seimbang
Untuk memaksimalkan peluang terjadinya pembuahan dan membuahkan kehamilan yang sehat, Anda dianjurkan mengonsumsi makanan sehat, kacang-kacangan segar, buncis, buah segar, minyak zaitun, daging dan ikan, misalnya salmon yang kaya asam lemak omega 3. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya asam lemak omega 3 karena mendorong kesuburan, karena kandungan lemak esensial dibutuhkan untuk keseimbangan hormon dan fungsi sel yang sehat. 
  •  Batasi Konsumsi Alkohol
Sebagian besar pakar reporduksi sepakat bahwa minum alkohol satu atau dua gelas per minggu tidak akan berdampak pada kesempatan wanita untuk hamil, meski sudah jelas minum berlebihan akan mendatangkan masalah. Namun, para ahli sepakat sebaiknya wanita yang merencanakan kehamilan stop mengonsumsi alkohol agar kehamilannya tak bermasalah. Anda harus berhenti minum alkohol setelah ovulasi selama siklus dimana Anda mencoba melakukan konsepsi. Konsumsi alkohol setelah pembuahan dapat meningkatkan risiko keguguran dan menyebabkan fetal alcohol syndrome (sindrom ketagihan alkohol pada janin).
  •  Stop Merokok
Lebih dari 100 studi penelitian yang dilakukan konsisten mengaitkan aktivitas merokok dengan menurunnya kesuburan dan meningkatnya risiko bayi lahir sebelum waktunya atau dengan berat badan rendah, ujar Dr. David Adamson, seorang endokrinolog reproduksi Advanced Reproductive Care di Palo Alto, California. Merokok akan merusak telur, mengurangi peluang hamil dan perokok mungkin akan mendapatkan masa menopause (berhentinya siklus menstruasi) lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Merokok secara berkala juga berdampak pada kadar hormon yang selanjutnya berakibat pada penurunan kesuburan. Masalah tidak berhenti manakala perokok hamil. Saat hamil, perokok berisiko mengalami keguguran dan komplikasi selama keamilannya. Bayi yang dilahirkan dari ibu perokok umumnya memiliki berat badan lahir rendah. Jika pasangan Anda merokok, minta dia berhenti atau setidaknya menjauhi Anda saat hamil.
  • Batasi Asupan Kafein
Sejumlah studi menunjukkan penurunan kesuburan pada wanita yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari. Untungnya, batasan untuk kafein ini cukup tinggi sehingga Anda masih bisa 'ngupi-ngupi' bersama teman di pagi dan sore hari. Untuk 8 cangkir kopi misalnya hanya mengandung 100-130 mg kafein. Namun harap diingat, kafein juga terkandung pada teh hitam, teh hijau dan sejumlah soda. Untuk wanita yang sedang menjalani pembuahan in vitro, batasan konsumsi kafein lebih rendah, yaitu 50 mg kafein, setara dengan secangkir teh, dapat berdampak negatif pada tingkat kesuksesan konsepsi.
  • Jika Kegemukan, Kurangi Berat Badan
Berat badan berlebih akan menyulitkan perempuan untuk hamil. Obesitas dapat menghambat ovulasi dan mengganggu keimbangan hormon. Kegemukan juga menempatkan wanita berisiko pada berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi yang berdampak negatif pada kesuburan dan menciptakan komplikasi kehamilan. Ketidakseimbangan hormon dihasilkan oleh sel lemak itu sendiri. sel lemak memproduksi estrogen ekstra, ujar Gerard Letterie, seorang endokrinolog reproduksi di Northwest Center for Reproductive Sciences. Lebih banyak sel lemak, akan lebih banyak estrogen.
  • Jika Terlalu Kurus, Naikkan Berat Badan
Normalnya, indeks massa tubuh (BMI) yang sehat berkisar 18,5-24,9. Jika di bawah 18,5 dikatakan kurus. Orang yang terlalu kurus secara dramatis berkurang kesuburannya. Wanita super kurus juga tampaknya jarang ovulasi. Beberapa di antaranya malah berhenti haid sama sekali. Yang lainnya mendapatkan haid yang tidak teratur.
  • Akupunktur
Pada Mei 2006, jurnal Fertility and Sterility mempublikasikan dua studi yang menunjukkan kenaikan bermakna pada wanita yang menerima terapi akupunktur dihubungkan dengan tahap transfer embrio pada fertilisasi in vitro. Pada salah satu studi, wanita yang menerima terapi akupunktur punya peluang dua kali lipat lebih besar untuk hamil.
Sumber : hanyawanita.com