Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Tinjauan Energi Prana

Fenomena energi prana pada beberapa perguruan sering dikaitkan dengan terpentalnya si penyerang ketika berusaha menyerang seseorang yang memiliki tenaga tersebut. Gejala tenaga prana bisa dikelaskan dengan pendekatan teori medan Elektromagnetik (EM). Si penyerang memberikan frekuensinya yang berbanding lurus dengan energi kepada yang diserang. Akibatnya, terjadi penguatan amplitudo yang akan memperbesar energi balik ke penyerang dan menyebabkan gangguan kepada yang bersangkutan, sesuai intensitas energi yang diaktifkan.

PENJELASAN tenaga prana dari sudut pandang ilmiah pada beberapa perguruan sejenis di Indonesia umumnya mengikuti teori gelombang EM di atas, di mana mekanisme penjalaran tenaga prana dijelaskan melalui interaksi berdasarkan jarak (action at distance) yang memerlukan pengertian medan (besaran fisis yang mempunyai nilai di setiap titik dalam ruang) dan gelombang sebagai perantaranya.

Untuk membuktikan kebenaran teori EM, medan energi pada pelaku tenaga prana harus dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Faktanya, sampai saat ini belum ada hasil ilmiah yang dapat menunjukkan kebenaran ide tersebut, walaupun pendekatan dengan model EM adalah yang tertua dipikirkan manusia sejak dahulu (Cazzamalli, 1925).

Kelemahan penjelasan dengan mekanisme ini terletak pada proses rambatan gelombang EM yang memerlukan jeda waktu, sedangkan fenomena tenaga prana sendiri pada praktiknya tidak terbatas oleh adanya ruang dan waktu.Dengan demikian, perlu dicari mekanisme yang lebih representatif untuk menjelaskan fenomena tenaga prana. Beberapa ahli fisika dan psikologi mengajukan beberapa konsep seperti Model Entropi dan Proses Acak (Gatlin, 1972), dan Model Perwakilan Ruang Hiper (Feinberg, 1967, 1975).

Bahkan ada yang lebih jauh lagi dengan model yang dinamakan Kecerdikan Jagat Raya (Universal Intelligence). Model ini mengatakan bahwa eksistensi pikiran manusia melingkupi semua ruang dan waktu. Apa yang ingin diwujudkan dalam ruang dan waktu dapat diprogram pikiran manusia.

DARI semua model di atas, ada model yg menarik yakni Model Holografik yang dikembangkan pakar fisika David Bohm dan pakar psikologi Karl Pribram (1971,1975,1976). Mereka menyimpulkan bahwa informasi di alam ini bukan merupakan fungsi ruang dan waktu, tetapi dalam bentuk “getaran” yang dalam ilmu Fisika diwakili dengan persamaan gelombang dengan amplitudo dan frekuensi masing-masing.

Kesadaran manusialah yang melakukan “Transformasi Fourier” (sebuah konsep matematika yang dapat memetakan semua proses fisik di alam dalam bentuk frekuensi dan amplituda serta kelipatannya) agar dapat mewujudkan informasi tersebut ke dalam ruang dan waktu. Penjabaran lebih lanjut model ini adalah kesadaran manusia (pikiran) dapat mengambil semua getaran yang ada di alam. Kemudian melalui proses transformasi tenaga prana, abstraksi dapat diwujudkan ke dalam ruang dan waktu.

Dengan mengikuti perkembangan model fisika di atas, pemahaman pada mekanisme tenaga prana tidak lagi terbatas pada dimensi yang sempit, hanya sebatas ruang dan waktu, melainkan juga pada dimensi yang lebih luas yang menyangkut wilayah esoterik dan dimensi kesadaran yang hanya dimiliki manusia.

Oleh karena itu, diperlukan pengertian ilmu fisika dan cabang disiplin ilmu lainnya yang lebih komprehensif. Dengan kata lain diperlukan sebuah konsep yang dapat menjelaskan segala sesuatu di alam semesta berdasarkan teori tunggal. Teori tersebut alam ilmu fisika dikenal sebagai A Theory of Everything.

ALBERT Einstein menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun sisa hidupnya untuk membangun teori yang dapat menggabungkan empat gaya dasar yang berlaku di alam semesta: gravitasi, elektromagnetik, dan dua buah gaya nuklir, kuat dan lemah. Sebuah teori yang diharapkan dapat menjelaskan proses terjadinya “dentuman besar” (big bang) pada awal evolusi, fisika dalam partikel atom dan semua hal-hal mikroskopik. Namun demikian, misi itu sampai akhir hayat hidupnya bahkan sampai saat ini belum juga tercapai.

Kompatriot Einstein berusaha menciptakan teori tersebut dengan menggabungkan teori relativitas (untuk menjelaskan gravitasi) dan fisika kuantum (untuk gelombang elektromagnetik dan 2 gaya nuklir, kuat dan lemah). Dua hal yang saling berlawanan, yang satu berkisar pada hal besar seperti galaksi, quasar, dan yang satunya lagi hal kecil di dunia sub-atomik, hal yang diskrit seperti paket energi disebut kuanta, ternyata gagal setelah 50 tahun berusaha mewujudkan A Theory of Everything.

DEWASA ini para pakar fisika berusaha mendekatinya dengan pendekatan lain. Ada Stephen Wolfram dengan teori Automata Selular dan Michio Kaku dengan pendekatan perwakilan ruang Hyperspace. Dalam kaitannya dengan pemahaman pada beberapa model yang telah dipaparkan sebelumnya, mungkin buku Michio Kaku (1994) yang berjudul Hyperspace: A Scientific Odyssey Through Parallel Universes, Time Warps and the Tenth Dimension, dapat menjelaskan mekanisme tenaga prana lebih baik lagi dalam usaha perumusan teori di atas.

Kaku mendapatkan idenya dari penemuan Einstein tahun 1915 yang mengatakan bahwa alam semesta terdiri dari empat dimensi: ruang dan waktu yang berkembang. Kelengkungannya menyebabkan “gaya” yang disebut “gravitasi”. Kemudian Theodore Kaluza pada tahun 1921 meneruskan riset Einstein tersebut dan mengatakan bahwa riak pada dimensi ke “lima” dapat dilihat sebagai "cahaya”.

Bagaimana dengan dimensi yang lebih besar dari lima?
Kaku memperkenalkan teori yang disebut “superstring”. Jadi kelengkungan yang terjadi pada ruang dan menyebabkan gravitasi merupakan paket kecil dari “string yang “bergetar” dan “beresonansi”. Demikian juga cahaya yang merupakan riak dari dimensi ke-5 adalah komponen “string” lainnya. Dengan begitu, empat gaya dasar tadi dapat digabungkan dan peristiwa di dalamnya menjadi dimensi yang lebih besar: 10 dimensi. Dengan 10 dimensi itu Kaku berhipotesis bahwa semua proses yang terjadi sehari-hari-termasuk fenomena tenaga prana-dapat dijelaskan.

PERKEMBANGAN ilmu fisika belakangan ini bahkan tidak berhenti hanya pada 10 dimensi, masih ada dimensi yang lebih besar lainnya. Banyak konsep bermunculan, seperti pendekatan dengan teori membran dan sebagainya yang semakin menuju pada hasil unifikasi gaya-gaya yang mengatur seluruh alam semesta.

Semua penjelasan ilmiah yang dibentangkan dalam tulisan ini pada intinya adalah meyakinkan bahwa di luar panca indera yang terbatas, masih ada dimensi yang lebih tinggi dan belum dieksplorasi dan dirasakan. Cara berpikir dan bekerja sensor manusia, terbiasa dalam lingkup ruang dan waktu (empat dimensi). Pada kenyataannya, pikiran manusia tidak terbatas hanya pada ruang dan waktu tersebut.

Sudah saatnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengarahkan risetnya pada hal-hal yang “esoterik” yang dulu dikatakan sebagai “meta-rasional”, seperti adanya konsep aura, orbs, dan tenaga prana. Dengan demikian, tenaga prana dan metoda penyembuhan yang menggunakan media ini serta segala aspek aplikasinya bisa dikuantifikasi secara ilmiah bila A Theori of Everything telah ditemukan.

Menerawang Nasib Melalui Tarot

Tarot adalah jalan utama, artinya jalan keluar dari setiap permasalahan. Kartu tarot, yang berjumlah 22, merupakan lambang perjalanan bintang yang erat kaitannya dengan siklus kehidupan manusia. Lewat lambang-lambang tersebut, Ani Sekarningsih menerawang “nasib” perjalanan hidup dan kesehatan manusia.
Menurut Ani, demikian tarot rider (pembaca tarot) itu biasa disapa, ramalan dengan kartu tarot sudah ada sejak masa Nabi Musa. Pada masa itu tarot berkembang di lingkungan bangsa Ibrani, yang kemudian berproses dalam kurun waktu sangat panjang dan dikenal sebagai ilmu Qaballa.

Tarot berarti jalan utama hidup. Bangsa Mesir menyebutnya Jalan Bangsawan, jalan mengarah yang baik. Dalam bahasa Sansekerta dikenal sebagal Rota, yang berarti roda, dalam roda hidup. Bangsa Arab menyebutnya Turuq, empat jalan, sebagaimana empat gambar yang terdapat pada Arkana Penunjang.
Kemudian lahir cabang ilmu jiwa.  Alfred Carl Jung melihat kartu tarot sebagai sebuah upaya tradisional untuk menenteramkan kegelisahan dan kecemasan seseorang.

Pada permulaan abad 12 hingga 15, ilmu ini berkembang pesat di daratan Eropa sampai pada abad pencerahan, yang memisahkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Pada masa itu ilmu ini ditentang karena dianggap terkait dengan ajaran yang tidak rasional.

“Sebaliknya, bagi kaum yang arif, ilmu ini menarik untuk dikaji. Sebagaimana pekerjaan ilmuwan fisika, yang menemukan pengetahuan alam semesta atau materi atom,” kata Ani.

Penemu bahasa simbol kartu tarot berpendapat, di balik lambang kartu ada energi yang tidak tampak. Sampai hari ini hal tersebut masih mengundang minat orang untuk menggali misteri dibalik semua lambang, yang catatannya tersimpan di Museum Fez di Maroko.

Ke-22 kartu tarot merupakan lambang perjalanan bintang yang erat kaitannya dengan siklus kehidupan manusia. Sayangnya, seni tarot di Indonesia masih terbatas karena sikap malu-mahu dan anggapan tidak ilmiah yang dilontarkan beberapa kalangan.

Asah Ketajaman Rasa
Seni membaca tarot tidak berbeda dengan sebuah kunci untuk membuka pintu. Kartu tarot tidak mengandung unsur kegaiban yang membawa kemukjizatan atau jalan pintas untuk mencapai tujuan akhir yang menyenangkan hawa nafsu.

Sebenarnya kita mengasah ketajaman rasa dalam menerima gerak napas kehidupan yang bergejolak dengan hati tenang bila sering membaca lambang Arkana Utama atau Arkana Penunjang.

Membaca tarot tak ubahnya seorang pengemudi yang memusatkan seluruh perhatian pada tanda-tanda lahu lintas berupa tanda-tanda alam, letak bintang, letak pohon, arah mata angin, atau titik-titik persimpangan. Membaca tanda-tanda tersebut mengantarkan kita ke tempat tujuan dengan risiko sekecil-kecil-nya.

Berkonsultasi melalui pembacaan kartu tarot bisa sebagai salah satu terapi penyembuhan yang bersifat kejiwaan dan fisik. Tarot bukan semata-mata kartu ramalan masa depan yang telah menjadi takdir seseorang tetapi bisa digunakan sebagai jalan keluar saat jalan seseorang membentur dinding dalam menghadapi suatu masalah.

Bagi Ani, tarot bukanlah ilmu meramal. Sebab, tak ada manusia yang bisa meramal suatu kejadian, kecuali membaca pola dan peta jiwa melalui lambang-lambang. Permutasian (kombinasi dari getaran kartu) peta jiwu itu sebanyak 10 pangkat 105 gambar dan pola jiwa.

Jadi, bisa dibayangkan bagaimana rumitnya jiwa. Kerumitan itulah yang akan dicarikan jalan keluarnya. Contohnya, untuk urusan perselingkuhan, putus cinta, kesehatan, atau tak diterima di suatu perguruan tinggi. Tentu saja, seseorang tak boleh tenggelam dan harus mencari solusinya.

"Lewat pemahaman tebaran kartu tarot, saya akan mensikronkan keluhan pasien dengan gambaran jiwanya," katanya.

Berkata Positif
Seperti halnya ahli tarot dunia, Ani menerapkan ketertiban di ruang praktiknya, baik pada dirinya maupun pasien. Bila perlu ia kan memutar lagu-lagu berirama tenang.

Saat kartu dikocok, ia menciptakan suasana hening dan tenang. Sambil mengajak pasien memusatkan pikiran, Ani akan terus mengocok kartu. Sejurus kemudian, ia mempersilakan pasien mengutarakan isi hatinya. Selanjutnya, pasien mengambil sebuah kartu yang sudah ditatanva di meja.

Saat mengambil kartu, pasien diminta untuk mengutarakan persoalannya. Ia mengingatkan, pasien harus menggunakan kalimat positif dalam setiap ucapan, meskipun cuma dalam hati. Contohnya, bila seseorang berada di rumah sakit, pertanyaan yang tak boleh adalah: "Apakah orang ini akan meninggal?" Seharusnya, “Apakah dia akan sehat?”

Kalimat positif juga berlaku bagi pasien dengan keluhan tentang percintaan atau karier. Maksudnya, untuk melatih kerja otak kanan yang sekian lama lumpuh. Sebab, orangtua selalu mengajarkan anaknya dengan kata-kata “jangan”. “Kata jangan merupakan hal negatif,” tuturnya.

Setelah pasien menggenggam sebuah kartu, Ani memintanya untuk membuka perlahan-lahan. Berikutnya, ia mulai menata kartu sisa yang berada di tangannya.

Lewat kartu di tangannya dan gabungan dengan kartu yang diambil si pasien, biasanya ia akan menemukan suatu pesan penting dan intuisi bagi pasiennya. Contohnya, kartu The Magician merupakan kartu permulaan hidup, The Fool adalah perwujudan kartu nol, The high Priestess (kartu dua), Temperance (kartu 14), The Tower (kartu 16).

Ada beberapa penataan kartu, dikenal sebagai tebaran yang dipakai untuk mengetahui jawaban setiap persoalan pasiennya, yakni tebaran 3,4,5,9, tebaran khusus, dan tebaran cakra. Secara khusus, tebaran cakra membantu menelusuri sumber penyakit secara psikologis dan mampu menunjukkan daerah tertentu di tubuh pasien yang memerlukan keseimbangan. Kartu ini akan memusatkan arah pada tujuh tempat yang bersifat fisik, psikologis, dan pusat energi spiritual dalam tubuh.

Soal biaya konsultasi, ia memasang tarif Rp 300.000 per satu jam. Ia membatasi waktu konsultasi karena banyak pasien yang mengulang pertanyaan yang sama. Meski meyakini hidup ini sebuah rangkaian pertanyaan, ia berharap, sekali datang, pasien bisa mendapatkan segudang wawasan untuk diterapkan dalam kehidupannya.

Ani juga menyediakan waktu untuk mendidik tarot rider agar mampu memberikan rasa percaya diri dan menyugesti pasien menjadi pribadi yang berhasil.

Sumber : kompas.com

Ramalan Indonesia Tahun 2011

Tahun 2011 adalah tahun kelinci logam 2562. Secara umum tahun kelinci diharapkan dapat membawa ketenangan. Sebagian memang akan benar dimana konflik yang nampaknya sulit teratasi maka pada tahun kelinci ini ternyata lebih mulus. Namun demikian janganlah dilupakan bahwa kelinci juga memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik sehingga isu yang diharapkan selesai malah bisa menjadi lebih parah.

Lalu bagaimana dengan ramalan/prediksi Indonesia di tahun 2011 ?

Kondisi Alam
Kondisi alam 2011 mirip dengan kondisi alam tahun 2010. Di tahun 2010 pergerakan tanah ditekan oleh kayu sehingga pergerakan tanah akan mengalami masalah. Akibatnya banyak terjadi tanah longsor. Di negara kita sebenarnya masalah air dan banjir tidak akan selalu dominan. Kalaupun terjadi banjir itu karena hujan yang merupakan akibat dari ekosistem yang sudah kacau. Cuaca beberapa tahun terakhir memang sulit untuk diprediksi. Dimusim yang harusnya kemarau malah terjadi hujan yang terus-menerus. Atau sebaliknya disaat musim hujan malah terik matahari terus terjadi melebihi waktu yang seharusnya.

Pada dasarnya, Indonesia berada di asia tenggara yang mempunyai elemen kayu sehingga diharapkan air akan cukup terkuras oleh elemen kayu ini. Tahun 2011 masih akan terjadi longsor dimana-mana dan gempa bumi sesekali masih akan mengguncang negeri ini. Namun hal tersebut tidak perlu dikuatirkan secara berlebihan.

Musibah yang masih akan menghiasai 2011 adalah kebakaran yang masih akan meluas di mana-mana. Aktivitas gunung berapi pun masih ada. Walaupun volumenya tak sebesar tahun 2010 namun jika sampai terjadi maka kualitas letusan tersebut akan lebih besar dari tahun sebelumnya.

Kondisi Ekonomi/Bisnis
Usaha yang cukup bagus di tahun 2011 adalah mereka yang bergerak dibeberapa bidang yang berelemen api dan kayu. Bisnis yang berelemen api misalnya kimia, biro jasa, listrik, minyak pembakar, restoran, minyak kelapa sawit, pertambangan gas dan batu bara.

Sementara itu bisnis yang berelemen kayu yang akan cerah misalnya furnitur, hasil perkebunan, fashion, kertas, percetakan. Bisnis yang berelemen air walaupun mengalami sedikit penurunan tapi masih bisa dikatakan cukup menguntungkan yakni biro wisata/perjalanan, perhotelan, ekspor-impor dan perikanan.

Disisi lain, bisnis yang berelemen tanah seperti properti, pertambangan yang elemennya batu/tanah diprediksi tidak baik/ciong. Untuk bisnis yang berkaitan dengan elemen logam seperti otomotif, keuangan/perbankan akan mengalami kondisi yang sulit sehingga para pebisnis tersebut harus fight dan mengeluarkan biaya ekstra untuk berpromosi.

Saham yang terdiri atas berbagai macam produk juga termasuk bisnis yang berlemen logam. Bagus tidaknya saham tergantung dari produknya. Jika ingin bermain saham, sebaiknya tetap mengacu pada 5 unsur (air,api,tanah,kayu,logam) di dalam satu tahun itu seperti apa. Jika mau main di saham batubara, perlu anda lihat dulu saham perusahaan tersebut milik siapa dan sehat atau tidak. Khusus untuk saham properti sebaiknya berhati-hati karena saham tersebut diprediksi tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Di tahun 2011, bisnis telekomunikasi akan cukup bagus meski persaingannya yang sangat ketat. Setelah ada perjanjian perdagangan bebas dengan china, kita bisa merasakan dan melihat bahwa produk dari china, khususnya telpon genggam yang beragam merk jumlahnya mengalir masuk dengan derasnya ke Indonesia. Dampak positifnya konsumen mempunyai banyak pilihan yang disesuaikan dengan kondisi keuangannya dan dampak negatifnya, produk serupa dalam negeri akan kalah bersaing yang secara mutu dan harga masih lebih baik.

Jadi di tahun 2011, dunia perdagangan Indonesia masih kurang menggembirakan. Agar bisa bertahan dan memenangkan persaingan di pasar bebas maka mau tidak mau kita harus menggali potensi yang ada pada diri kita sendiri agar kemampuan kita tidak kalah dengan asing.

Kondisi Politik
Presiden SBY ber-shio kerbau dan wapres Boediono ber-shio kambing. SBY cukup mapan berkuasa namun sayangnya tak memperoleh bantuan yang cukup dari lingkungannya. Sangat mungkin akan terjadi banyak perpecahan bahkan tak tertutup kemungkinan koalisi yang ada akan berjalan sendiri-sendiri. Tahun 2011 adalah tahun yang memusingkan untuk RI-1.

Boediono sebagai RI-2 di tahun 2011 akan mendapat siklus yang positif sekali. Untuk itu, diharapkan RI-1 mau meminta pertimbangan dari RI-2 karena posisi RI-2 bintangnya/hokinya sangat terang sekali. Walaupun posisinya agak terombang-ambing, asal bisa menahan diri, Boediono akan tetap mendapatkan kepemimpinan yang luar biasa. Tahun 2011, Boediono harus berani mengambil tindakan untuk melangkah. Boediono juga bisa menggalang bantuan dari banyak pihak. Jadi diharapkan RI-1 bisa menggunakan kemampuan RI-2 untuk melobi atau melakukan tugas penting sehingga diharapkan negara ini pamornya bisa meningkat di dunia internasional.

Meskipun demikian RI-2 harus memikirkan secara matang sebelum mengambil tindakan dan jangan bersikap otoriter karena jika bersikap demikian akan dimusuhi banyak pihak.

Indonesia sendiri memang posisinya ada di tenggara dibandingkan negara-negara lain yang sebenarnya memiliki peruntungan yang bagus namun sayang siklusnya tidak lama. Ada hal lain yang perlu diwaspadai yakni berupa tekanan dari pihak asing karena mereka bisa menjarah dan mendominasi negara kita. Untuk itu diperlukan pemimpin yang jeli /cerdik dan tegas tidak mau didikte.

Kondisi Global
Secara fengshui, negara-negara bagian utara dan selatan di tahun 2011 akan mengalami peruntungan yang cukup bagus termasuk korut dan korsel hubungannya akan lebih baik dan tidak setegang 2010. Kondisi yang tidak baik adalah negara bagian barat dan timur seperti masalah israel, asia timur, asia barat atau tepi barat yang konfliknya masih panjang.

Yang menarik adalah hubungan Indonesia-Malaysia masih tidak menguntungkan karena mendapat tekanan dimana kita selalu berusaha baik namun kurang mendapat respon yang baik pula. Untuk itulah negara ini harus lebih fokus membangun diri sendiri dan kekuatan diri sendiri karena jika kita kuat maka otomatis akan disegani negara sekitar.

Sumber : Mas Dian, MRE.

Menghadirkan Keajaiban

Dokter angkat tangan. Dan, Endrasari pun memulai kehidupan yang 'sumbing': Ia mesti menenteng tabung oksigen ke mana-mana sebab dadanya kerap digodam sesak hebat. Biang keladinya: Bronchitis akut. Penyakit paru ini tak hanya mengutil berat badan Endrasari, juga memaksa dia meneguk 12 jenis obat selama setahun.

Dan, dokter pun angkat tangan. Lusinan ramuan kimia dari apotek bagaikan tak bertuah. Sebab, seperti diakui Endrasari dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, penyakitnya bersifat psikosomatis: Tidak berasal dari serbuan virus atau bakteri, melainkan berasal dari pikiran. Dokter menyuruh dia menyembuhkan luka batinnya dahulu. Jika ingin pulih.

Nur Sonia (27 tahun) akhirnya pulih. Dibekap frustrasi selama tujuh tahun, yang berujung rontoknya kuliah dia pada sebuah PTN favorit di Bandung dan sering sakit-sakitan pula, mantan bintang kelas saat SMA ini sukses meretas kuldesak jalan buntu kehidupannya. Ia melakoni satu hal: 'Detoksifikasi' hati. Ia buang seluruh racun masa lalunya. Ia gulung filmfilm negatif masa mendatang. Kemudian, 'Saya serahkan diri saya seluruhnya kepada Sang Pemilik diri saya.'

Ikhlas. Kembali ke titik nol. Hasilnya? Sebuah paradoks. Sikap ikhlas yang sebelumnya ia anggap sebagai simbol kelemahan justru memberinya kekuatan subtil. Dalam ikhlas, kata Sonia, ia justru merasa lebih perkasa dalam menguasai diri. Tidak rentan digelisang- gelisut resah. Lebih kebal.

Kuncinya adalah: Manakala kita memasrahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, saat itu pula pupus segala cemas. Kita menjadi lebih kuat. Mengapa? Karena urusan kita sudah diserahkan kepada Sang Maha Berkehendak. ''Biarlah Dia yang mengatur. Kita yang melaksanakan keinginan- Nya. Sebab, bukankah Dia juga Maha Pemberi Petunjuk? '' ujar Sonia. Apakah itu berarti pasrah?

Di sinilah uniknya. Ketika terasuk rasa ikhlas, secara otomatis, Sonia justru merasa intuisinya meningkat tajam. Lebih bijaksana. Lebih mengenali diri sendiri. Lebih cerdas. Lebih kreatif. Dan, pada gilirannya: Lebih produktif. "Sekarang saya sudah bisa bekerja. Di perusahaan asuransi," tutur dia semangat. Selamat tinggal jelaga masa lalu!

Belakangan Endrasari juga mengucapkan sayonara buat penyakit bronchitis akutnya. Hanya sikap ikhlas bukan lusinan obat kimia yang kuasa menanggalkan siksa radang parunya itu. Endrasari kini tak lagi mesti memboyong tabung oksigen ke mana-mana. "Saya baru tahu semua penyakit datang dari pikiran."

Dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bermekaranlah pelbagai energi positif: Rasa syukur, sabar, dan termasuk fokus. Energi ikhlas ini kemudian menyebar ke setiap jengkal tubuh dan kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga.

Manfaat lain dari ikhlas adalah membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil, dan kapasitas indera meningkat. Orang ikhlas akan sehat jiwa dan fisiknya.Ikhlas, adalah kunci jika bagi kebahagiaan.

Jika kita meneropong lewat alat pendeteksi gelombang otak atau elektroensefalogram (EEG), akan tampak bahwa otak memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Dimanakah kebahagiaan? Teknologi mutakhir menunjukkan: Rasa bahagia membentang antara panjang gelombang alfa dan theta pada otak. Inilah zona ikhlas.

Zona ikhlas berada di frekwensi 8 Hz hingga 13,9 Hz atau alfa. Orang yang sedang rileks, melamun, atau berkhayal, berada dalam frekwensi ini. Anak-anak balita frekwensinya selalu berada dalam posisi alfa karenanya mereka selalu jujur, polos, dan tak pernah larut bersedih. Begitu murni.

Zona ikhlas juga terbentang di antara frekwensi 4 Hz hingga 7,9 Hz atau theta. Dalam kondisi ini pikiran menjadi amat kreatif dan inspiratif. Pikiran juga terasa khusyuk, rileks yang dalam, hening, dan amat intuitif.
Semakin pandai Anda menyetel frekuensi alfa atau theta di otak Anda, semakin mudah hidup Anda. Frekwensi ini memang menawarkan kelezatan hidup sesungguhnya: Rasa syukur dan nyaman. Karena itulah, menurut dia, jelas sudah bahwa ukuran sukses (kebahagiaan, red) sebetulnya amat ditentukan oleh keberhasilan merasakan pikiran bahagia. Itu saja. Kebahagiaan karenanya tak perlu dicari-cari apalagi lewat semata-mata kelimpahan materi.

Dan, jangan anggap enteng sikap ikhlas ini. Pengalaman Nur Sonia menunjukkan: Sekali kita melangkah ke zona ikhlas, kita bakal terdorong menjadi orang baik menjauhi prasangka dan selalu berpikir positif. Nah, dari sinilah garis tangan Anda mulai bergeser.

Dengan berpikir positif, maka hal-hal positif otomatis akan menghampiri kita. Demikian sebaliknya. Itulah Hukum Daya Tarik Menarik (The Universal Law of Attraction) yang memiliki penjelasan ilmiahnya dalam fisika kuantum. Dan kita, menurut Erbe, adalah apa yang kita pikirkan (positif atau negatif).

Lain halnya kesaksian Bp.Erbe. Usai menikah selama enam tahun, Erbe akhirnya divonis dokter aspermatozoa, tak bisa memiliki keturunan. Dan, Erbe menyikapinya meski awalnya tentu terkejut dengan ikhlas. "Mengucapkan alhamdulillah dalam hati memberi saya ketenangan dan kekuatan," ujarnya.

Tapi kemudian ikhlas memiliki logikanya sendiri. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan bahwa suatu hari ia akan dikaruniai buah hati. Visualisasi tu dilakukannya dalam kondisi otak alfa berada di zona ikhlas secara tekun dan tawakal.

Hingga suatu hari ia berkonsultasi ke dokter. Sembari memandangi hasil laboratorium Erbe, dokter tersebut menggelengkan kepala. "Ini tidak mungkin. Dari nol persen (spermatozoa) menjadi 30 persen dalam tiga minggu? Tidak mungkin." Kini Erbe memiliki putra bernama Shankara Premaswara.